Wednesday, March 25, 2009

Agama dan Politik

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (QS 2: 208)

Ayat ini mengingatkan saya bahwa Islam sesungguhnya bukan sekedar agama namun sebuah sistem hidup yang lengkap dan sempurna.

"Pada hari ini telah Aku Sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku Cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku Ridhai Islam sebagai agamamu" (QS Al Maidah: 3)

Islam mencakup segala aspek kehidupan manusia. Maka Islam itu telah sempurna. Dari bangun tidur, hingga tidur kembali, seorang Muslim diatur dalam suatu sistem yang sempurna. Sangat sulit untuk mencari satu hal dari kehidupan manusia yang tidak tercantum pada ajaran Islam.

Begitu juga politik. Risalah tauhid yang disebarkan dan diajarkan setiap nabi dan rasul hakikatnya menempuh jalur politik. Seperti ketika Nabi Musa as. berdebat dengan Fir'aun dan Nabi Ibrahim menghadapi Namrud. Begitu juga Nabi Muhammad SAW ketika berdakwah di kalangan penduduk Mekkah, lalu Madinah, dan daerah-daerah lain di tanah Arab, yang kemudian dilanjutkan ke segenap penjuru dunia oleh para sahabat dan khalifah.

Saya sungguh sangat heran dengan mereka yang beragama Islam namun tidak memasukkan agenda politik di kehidupannya. Alasannya politik itu kotor dan hanya berorientasi kepada kekuasaan. Atau entah alasan apalagi.

Memang politik berorientasi kepada kekuasaan. Namun Islam mengatur kekuasaan itu tidak boleh terlepas dari kekuasaan Allah SWT. Islam diturunkan kepada manusia oleh Allah sebagai RAHMAT BAGI SELURUH ALAM, bukan hanya untuk golongan tertentu, untuk agama tertentu, maupun untuk ras tertentu. Jadi, seorang pemimpin dalam Islam, harus menjalankan amanah yang sangat berat karena amanah itu datangnya dari Allah SWT.

Seorang muslim yang berpendapat bahwa agama itu urusan tuhan dengan manusia, dan tidak ada hubungan antara agama dengan politik, ada beberapa kemungkinan :

1. Dia belum mengenal Islam lebih dalam lagi
Makanya saya menulis ini sebagai ajakan, bukan sebagai orang yang lebih tahu mengenai hal ini. Saya pun harus lebih dalam mempelajari Islam.

2. Pikirannya tercampuri atau terkontaminasi oleh paham sekuler.
Setahu saya, hanya paham sekuler yang memisahkan kehidupan dengan urusan agama. Hal ini perlu diluruskan oleh teman-teman yang lebih paham. Sayang sekali kalo seorang muslim pikirannya terkena dampak sekularisasi.

Adapun teman-teman muslim yang memilih golput, saya pun menghormatinya. Bagi mereka yang mengharamkan demokrasi, tafadhol, itu hak Anda. Namun sangat sayang jika masih ada caleg dan calon pemimpin yang dapat membawa kemaslahatan lebih banyak yang tidak Anda pilih. Resikonya adalah caleg atau calon pemimpin yang lebih banyak mudharatnya yang akan terpilih. Jika itu terjadi, maka Indonesia sangat sulit untuk memperbaiki diri...

Untuk partai berideologi Islam, tunjukkanlah bahwa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam, insya ALlah, hanya dengan itu, Indonesia bisa lebih baik.

Hanya sedikit uneg-uneg saya di malam hari.




Monday, March 23, 2009

Lowongan Kerja

Sebuah Event Organizer membutuhkan SDM (min.DIII) yang tangguh & berkomitmen tinggi untuk posisi berikut :

Executive Secretary & Finance dengan kriteria sebagai berikut:
- Muslim / muslimah
- Mengerti program (software) akuntansi dan pembuatan laporan keuangan
- Mengerti perhitungan dan pengisian pajak
- Administrasi dan korespondensi, data storage & filing data
- Lancar berbahasa inggris baik lisan / tulisan

Marketing dengan kriteria sebagai berikut:
- Muslim/ muslimah
- Berpengalaman dalam marketing (min 1tahun)
- Faham/ terbiasa dalam pembuatan proposal program
- Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik (dalam bahasa Indonesia & Inggris)
- Memiliki jaringan
- Supel
- Memiliki kendaraan bermotor / SIM C


> kirimkan CV lengkap anda ke email dr_ekawati@yahoo.com
> Info lebih lanjut Hub. Segera Ibu Dwi 0816 1616372 / 0217107515 / 0218444351

Wednesday, March 18, 2009

Kakak Pun Hadir di Dunia

Entah, saya tidak bisa berkata-kata ketika mendengar tangisan Kakak di ruang operasi. Ya, Bundanya harus menjalani operasi cesar karena plasenta Kakak masih di bawah. Meskipun tidak menghalangi jalan lahir, tapi Kakak sudah terlalu lama. Sejak ketuban Bunda pecah pukul 20.30 di rumah, dan sempat dibawa ke bidan, lalu pulang lagi dan kembali bidan jam 4 pagi, bukaan Bunda tidak bertambah dari bukaan satu. Akhirnya Bunda dibawa ke RSB Annisa dibantu mobil dari Bidan. Di rumah sakit pun bukaan Bunda tidak bertambah. Perawatan memberikan opsi induksi ato langsung cesar. Meskipun ada opsi induksi, namun keberadaan plasenta itu beresiko menimbulkan pendarahan. Keselamatan Kakak dan Bunda harus diutamakan. Opsi cesar pun diambil.

Bunda masuk ruang operasi sekitar pukul 06.15. Saya tidak boleh masuk. Gelisah saya menunggu di ruang tunggu bersama Ayah Mertua. Saya mencoba untuk berdzikir dan tilawah dengan fasilitas Al Quran yang ada di HP, meskipun tidak bisa konsentrasi namun bisa memberikan ketenangan.

Sekitar pukul 07.45, terdengar suara tangisan bayi yang sangat keras dari ruang operasi. Seorang OB yang sedang menyapu ruang tunggu berkata,"Itu mungkin anak Bapak sudah lahir." Oh keras sekali tangismu Nak.

Ah, rasa gelisah itu berubah menjadi rasa terharu. Sekitar pukul 07.55 seorang perawat ke luar dari ruang operasi menggendong Kakak. Beliau memperlihatkan Kakak kepada saya. Saya pun tidak bisa menahan air mata haru. Pertanyaan Ayah Mertua tentang jenis kelaminnya tidak bisa saya jawab hingga saya sampai di tikungan jalur menuju lantai atas, lalu saya jawab dengan suara serak karena saya masih sangat emosional.

"Bapak kalo mau wudhu sebelum mengazankan anak Bapak, silahkan wudhu di Mushola di sana," kata seorang perawat menunjukkan arah mushola di lantai dua. "Nanti Bapak masuk sana saja," lanjutnya sambil menunjukkan ruang perawatan.

Setelah mengucapkan terima kasih, saya menuju mushola dan berwudhu. Saya menghampiri tempat inkubator yang ditunjuk perawat. Rasa emosional itu muncul kembali sehingga saya mengazankan Kakak di telinga kiri dan tidak dapat berkonsentrasi urutan azan. Setelah mengambil nafas dan menguasai emosi, saya kembali mengazankan dan meng-iqamatkan Kakak. Setelah itu, karena nggak tahan, saya mencium kepala Kakak. Akhirnya saya diberitahu perawat bahwa saya dilarang menciumnya.

Setelah mengazankan dan meng-iqamatkan Kakak, say turun menuju ruang operasi. Kata perawat, Bunda lagi dijahit dulu. Setelah menunggu beberapa menit, saya diperbolehkan masuk ke ruang operasi dan mendengarkan penjelasan dari asisten dokter. Lalu, bantu OB tadi dan seorang satpam, Bunda dibawa ke lantai 3 menuju kamar inap.

Sore harinya, Bunda melihat Kakak. Namun sayangnya nggak boleh menyusui dahulu karena keadaan Bunda yang tidak boleh duduk. Bunda hanya mengelus pipi Kakak ketika Bunda latihan miring. Bunda merasa kesakitan akibat operasi cesar itu. "Tabah ya Bunda," kata saya sambil menyemangatinya.

Ah, selamat datang Kakak. Kau akan menghiasi hari-hari kami selanjutnya. Semoga Allah Mengabulkan doa2 Ayah, Bunda, Gaek (Kakek dari pihak Bunda), Nenek, Mbah di Jakarta, para saudara di Jambi dan Jakarta, dan seluruh kawan-kawan Ayah dan Bunda di Jambi dan Jakarta. Amin.