Wednesday, August 29, 2007

Demi Investor (katanya)

Pengguna jalan tol di Jakarta dikejutkan dengan berubahnya tarif tol untuk JORR beberapa hari yang lalu. Terjadilah rush di pintu-pintu tol JORR karena orang menanyakan perubahan tarif tol dengan sistem terbuka. Sistemnya mirip dengan tarif bus kota, jauh-dekat Rp. 6000,-.

Ada pejabat yang mengatakan bahwa naiknya dan berubahnya tarif tol ini dimaksudkan untuk menarik minat investor untuk menanamkan modal di pembangunan jalan tol di Indonesia. Namun cara ini justru membuat masyarakat kesulitan. Apalagi tidak ada sosialisasi yang memadai dari PT. Jasa Marga. Sebagai pengelola jalan tol, Jasa Marga terkesan main kucing-kucingan dengan masyarakat. DPR pun gerah dibuatnya.

Jika kenaikan dan perubahan harga ini untuk menarik minat investor, bangsa Indonesia semakin bergantung terhadap investor. Investor bisa seenak perutnya mengubah sistem di Indonesia. Selain itu, jika investornya datang dari luar negeri, maka keuntungannya akan lari ke luar negeri dan Indonesia hanya dapat sedikit.

Saya khawatir cara-cara seperti ini akan merambah ke hajat hidup orang banyak, seperti BBM. Bisa saja harga BBM akan melambung jika investor minta harga BBM disesuaikan. Dulu saya sempat membaca artikel di koran bahwa subsidi BBM membuat Indonesia tidak menarik bagi investor untuk berinvestasi di retail BBM. Makanya harga BBM naik terus, gak pernah turun, meskipun Menteri ESDM menyatakan harga BBM (khususnya Pertamax dan Pertamax Plus) disesuaikan dengan harga minyak dunia.

Jadi, hidup mati Indonesia ada di tangan para investor (asing)?

No comments: